Jumat, 04 Oktober 2013

Ketika tak lagi sembarang curhat

Rasanya ada yang hilang memang, ketika tak lagi melakukan suatu kebiasaan. Adalah saya yang terbiasa curhat dan bikin status iseng lewat jejaring sosial yang lagi- IN saat ini.


Kira-kira yang membuat-saya tak lagi sebebas dulu, menumpahkan segala keluh-kesah, membikin status gerr untuk sekedar melepaskan kejenuhan rutinitas atau sekedar pengen eksis hahaa, adalah .... eeeeng iing eingg..


Hmm.. jawabnya simple saja, saya mulai " Mikir " untuk segala perkataan walau di dunia maya sekalipun, terlebih statement-statement dari akun jejaring sosial.

Mulai mikir?.. memang dulu tidak ? hhhii pufhh !!.. Astaghfirullah ya, entah-lah baru menyadari pentingnya sekarang atau secara tidak langsung dapat belajar dari pengalaman sendiri, maupun dari kawan-kawan, yang sudah merasakan imbas perkataan di dumay.

Dan untuk bisa lebih menjaga lisan. Apa yang di-ucapkan minimalnya jika tidak cukup yang baik-baik, setidaknya tidak menyakiti hati orang lain bila di-idealkan ya bisa  membawa manfaat buat diri sendiri, syukur bisa membawa pengaruh baik untuk orang yang membacanya.


Masih ingat hadist ini :

Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasululloh bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam…” (HR Mutafaqun ‘alih).


Ohya ada satu lagu bagus by Alm. Chrisye ( Good Singer era 80-90'an ) Mungkin tahu juga ya atau malah hapal liriknya

aku jemput rasa sakit-ku mulai dari kini




Hari dimana aku dibuai,,
aku bahagia memikirkanmu
menempatkanmu di sudut kosong hatiku
aku sematkan namamu dalam hariku
mungkin lebih kencang daripada suara dzikirku
aku lalai aku terbuai..

aku lupa ceritera negri cinta
tapi akoe membuka lembaran-nya
dengan warna-warni baru bak kanvas yang masih basah
tercipta lukisan-lukisan indah di hati
tapi smua sebatas angan-angan

hari berganti..
semakin diri tak bisa menguasai
aku berusaha menyampaikan rindu dengan bahasa murid kepada gurunya
murid tak berani mendahului kefasihan sang guru..
murid ingin slalu belajar apapun yang ia butuh tahu dari sang guru
tapi ini bukan sinetron dengan latar belakang bunga es-em-a
smua cuma dirasa, disimpan dalam gerbang pagar bergembok etika

aku tak berani meski aku sealu menghampiri
aku takut dengan satu kekuatan
kemarahan Tuhan yang maha adil

Setiap hari slalu menimbang rasa
dengan apa kuperlakukan cinta hari ini
cinta yang indah, adil, tak pernah menyakiti
sedikit saja kupahami bahwa bahasa keseimbangan diri untuk lebih membumi
karena, setiap kata yang di- ucap dengan bahasa cinta maka banyak pula efek yang akan ber-stimulan

berkutat dengan kamuflase rasa,, nyata yang semu
ataukah meniadakan yang sebenarnya ada

and this day,
akoe blajar dari seorang sahabat muda
yang sedang diremuk redam hatinya oleh kekecewaan-kepatah hatian
dan lalu ber-bangkit
" temukan cinta dalam dirimu, karena sebenarnya persinggahan-persinggahan ruhul dunia
adalah sarana dan tempias dari kedasyatan wujud  Cinta Sayang  (Sang Hyang)  Maha Super Duper sumber dan berpulang-nya sesuatu yang tadinya kamu namakan CINTA "